Kalkulator Bunga Majemuk
Lihat bagaimana modal awal dan setoran rutin tumbuh dengan bunga majemuk, lengkap dengan grafik dan rincian per tahun.
Hasil simulasi
Hasil simulasi merupakan estimasi berdasarkan asumsi yang Anda masukkan dan bukan merupakan penawaran atau rekomendasi investasi maupun layanan keuangan.
Cara kerja kalkulator
Bunga majemuk berarti bunga yang sudah diperoleh ikut menghasilkan bunga pada periode berikutnya. Kalkulator ini menghitung nilai modal awal dan setoran berkala yang disetor di akhir setiap periode.
Suku bunga yang Anda isi adalah suku bunga nominal tahunan. Jika frekuensi pemajemukan berbeda dengan frekuensi setoran, suku bunga dikonversi ke tingkat bunga yang setara untuk setiap periode setoran.
Rumus
Nilai akhir = PV × (1 + r)^n + C × ((1 + r)^n − 1) ÷ r PV = modal awal C = setoran per periode n = jumlah periode setoran r = (1 + i ÷ m)^(m ÷ p) − 1 i = suku bunga nominal per tahun m = frekuensi pemajemukan per tahun p = frekuensi setoran per tahun
Contoh perhitungan
Modal awal Rp10.000.000, setoran Rp1.000.000 per bulan, bunga 6% per tahun dimajemukkan bulanan, selama 10 tahun. Maka r = 0,5% per bulan dan n = 120.
Total setoran pokok Rp130.000.000. Estimasi nilai akhir sekitar Rp182.073.314, sehingga estimasi pertumbuhan Rp52.073.314.
Catatan penting
- Hasil ini adalah hasil matematis berdasarkan asumsi suku bunga yang tetap, bukan imbal hasil investasi sebenarnya.
- Belum memperhitungkan pajak, biaya, dan inflasi.
Pertanyaan umum
Apa beda bunga majemuk dan bunga sederhana?
Bunga sederhana hanya dihitung dari modal awal. Bunga majemuk dihitung dari modal ditambah bunga yang sudah terkumpul, sehingga pertumbuhannya semakin cepat seiring waktu.
Apakah frekuensi pemajemukan berpengaruh besar?
Semakin sering dimajemukkan, semakin besar hasilnya, tetapi selisih antara pemajemukan bulanan dan harian umumnya kecil. Suku bunga dan jangka waktu jauh lebih berpengaruh.
